Pemuda dan Sosialisasi

INTERNALISASI BELAJAR & SPESIALISASI

Pemuda

Jama'ah Majelis Rasulullah Saw yang sebagian besar jama'ahnya adalah pemuda

Jama’ah Majelis Rasulullah Saw yang sebagian besar jama’ahnya adalah pemuda

Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang.

Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat, antara lain:

  • Kemurnian idealismenya.
  • Keberanian dan keterbukaannya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang baru.
  • Semangat pengabdiannya.
  • Sepontanitas dan dinamikanya.
  • Inovasi dan kreativitasnya.
  • Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru.
  • Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang mandiri.
  • Masih langkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat, sikap dan tindakanya dengan kenyataan yang ada.

Sosialisasi

Contoh Sosialisasi kepada anak-anak tentang Zona Selamat Sekolah (ZOSS)

Contoh Sosialisasi kepada anak-anak tentang Zona Selamat Sekolah (ZOSS)

Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu. Jenis jenis sosialisasi dibagi beberapa macam, yaitu:

  • Sosialisasi Primer
  • Sosialisasi Sekunder
  • Formal
  • Informal

Tujuan Pokok Sosialisasi

Tujuan pokok sosialisasi ada 4, yaitu:

  1. Memberikan ketrampilan terhadap seseorang agar mampu mengimbangi hidup bermasyarakat.
  2. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif.
  3. Membantu mengendalikan fungsi – fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
  4. Membiasakan diri dengan berprilaku sesuai dengan nilai – nilai dan kepercayaan pokok yang ada dimasyarakat.

Inti Internalisasi Belajar & Sosial

Internalisasi adalah perubahan dalam masyarakat. Jadi jika tidak adanya Internalisasi dan Sosialisasi didalam lingkungan masyarakat. Maka tidak akan ada perubahan dilingkungan itu.

  1. Secara epistimologi Internalisasi berasal dari kata intern atau kata internal yang berarti bagian dalam atau di dalam. Sedangkan internalisasi berarti penghayatan (Peter and Yeni, 1991: 576).
  2. Internalisasi adalah penghayatan terhadap suatu ajaran, doktrin atau nilai sehingga merupakan keyakinan dan kesadaran akan kebenaran doktrin atau nilai yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002: 439).
  3. Internalisasi adalah pengaturan kedalam fikiran atau kepribadian, perbuatan nilai-nilai, patokan-patokan ide atau praktek-praktek dari orang-orang lain menjadi bagian dari diri sendiri.

Proses Sosialisasi

Sosialisasi adalah proses yang memungkinkan seseorang belajar tentang sikap-sikap, nilai-nilai, atau tindakan-tindakan yang di anggap tepat oleh suatu masyarakat atau oleh satu kebudayaan tertentu. Dalam artian lain, sosialisasi terjadi melalui interaksi individu dengan individu lainnya. Individu disini belajar sesuatu dari orang-orang yang dekat seperti keluarga, teman, guru, dan orang-orang yang berada dilingkungannya. Ada beberapa proses dalam sosialisasi yaitu:
  1. Proses Internalisasi, adalah proses panjang dan berlangsung seumur hidup yang dialami manusia. Dimana dalam proses ini ia belajar membentuk kepribadian melalui perasaan, nafsu-nafsu, dan emosi yang diperlukan sepanjang hidupnya.
  2. Proses Sosialisasi, merupakan proses seorang individu mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan perilaku kelompoknya.
  3. Proses Inkulturasi, adalah proses pembudayaan seseorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat-istiadat, system norma, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya.

Peranan Sosial Mahasiswa & Pemuda di Masyarakat

Mahasiswa adalah kelompok pelajar yang bisa dikatakan sebagai golongan terdidik, karena mampu untuk mengenyam pendidikan tinggi, disaat sebagian yang lain dalam usia yang sama masih bergelut dengan kemiskinan dan keterbatasan biaya dalam mengakses pendidikan, terutama pendidikan tinggi, sedangkan Pemuda adalah tulang punggung masyarakat. Generasi tua memilki keterbatasan untuk memajukan bangsa. Generasi muda harus mengambil peranan yang menentukan dalam hal ini. Dengan semangat menyala-nyala dan tekad yang membaja serta visi dan kemauan untuk menerima perubahan yang dinamis pemuda menjadi motor bagi pembangunan masyarakat.

Salah satu kontribusi mahasiswa dan pemuda kepada masyarakat umum berkaitan dengan sifat sosial adalah dengan terjun langsung ke masyarakat luas seperti berupa KKN, bakti sosial dan kegiatan sosial lainnya. Atau untuk contoh yang lebih spesifik adalah misal ada seorang mahasiswa kesehatan, dia dapat berguna untuk masyarakat disekitarnya dengan cara mensosialisasikan pentingnya kesehatan dan menyelesaikan problematika kesehatan di masyarakat sekitarnya dengan metode dan prisnsip ilmu yang didapat di tempat perkuliahan.

PEMUDA & IDENTITAS

Pembinaan & Pengembangan Generasi Muda

Pola dasar pembinaan dan pembangunan generasi muda ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Keputusan Menteri Pendidkan dan Kebudayaan nomor : 0323/U/1978 tanggal 28 oktober 1978. Tujuannya agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam poenanganannya benar-benar menggunakannya sebagai pedoman sehingga pelaksanaanya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaiksud.

Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan :

1. Landasan Idiil : Pancasila

2. Landasan Konstitusional : Undang-undang dasar 1945

3. Landasan Strategi : Garis-garis Besar Haluan Negara

4. Landasan Histories : Sumpah Pemuda dan Proklamasi

5. Landasan Normatif : Tata nilai ditengah masyarakat.

Motivasi asas pembinaan dan pengembangan generasi muda bertumpu pada strategi pencapaian tujuan nasional, seperti disebutkan dalam pembukaan UUD 1945 alinia IV. Apabila pemuda masa sekarang terpisah dari persoalan masyarakatnya, sulit terwujud pemimpin masa datang yang dapat memimpin bangsanya sendiri.

Dalam hal ini, pembinaan dan pengembangan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok, yaitu :

1. Generasi muda sebagai subjek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal dan kemampuan serta landasan untuk mandiri dan ketrlibatannya pun secara fungsional bersama potensi lainnya guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa.

2. Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kea rah pertumbuhan potensi dan kemampuan ketingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional.

Masalah dan Potensi Generasi Muda

Permasalahan Generasi Muda

Pada saat ini genereasi muda di indonesia bisa di bilang sedang mengalami  masalah yang sangat  luar biasa, jika di bandingkan dengan zaman -zaman terdahulu,  terlihat sekali semakin merosotnya  kualitas generasi muda di Indonesia.  berikut ini adalah masalah yang ada di generasi Indonesia:

  1. Menurunnya rasa nasionalisme, idealisme ,dan patriotisme dikalangan generasi muda, dapat dilihat dengan berkurangnya rasa bangga terhadap  tanah air tercinta Indonesia.
  2. Kekurang pastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya. Masa depan yang belum pasti membuat para pemuda dan pemudi menjadi kesulitan dalam menentukan  jalan hidupnya.
  3. Belum seimbangnya antara fasilitas pendidikan dengan generasi muda, baik dalam segi formal dan  informal.  Hal ini juga diperparah dengan tingginya jumlah putus sekolah yang bukan hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga bangsa.
  4. Minimnya jumlah lapangan kerja yang tersedia serta banyaknya pengganguran yang dapat mengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.
  5. Kurangnya asupan gizi yang diberikan terhadap generasi muda yang berdampak pada terhambatnya perkembangan kecerdasan, dan pertumbuhan mereka.

Potensi-potensi Generasi Muda

Meskipun generasi muda terkadang dipandang sebelah mata oleh sebagian orang namun sebenarnya  mereka memeliki  potensi yang besar bila di asah dengan baik dan benar. Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut:

1. Idealisme dan Daya Kritis

Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, sehingga mereka dapat melihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari ide baru. Mereka juga cenderung  memiliki rasa ingin tau yang luar biasa akan sesuatu sehingga wawasan mereka lebih bisa menerima sesuatu yang baru dibandingkan orang tua yang  memiliki cara pikir yang tua.

2. Dinamika dan Kreativitas

Adanya idealisme pada generasi muda, yang menyebabkan mereka memiliki  kreativitas dan keberanian yang lebih untuk membuat atau menciptakan sesuatu yang baru.

3. Keberanian Mengambil Resiko

Generasi muda memiliki keberanian untuk mengambil keputusan keputusan beresiko yang menyangkut dengan dirinya dengan segala pengetahuan yang mereka miliki.

4. Optimis dan Kegairahan Semangat

Kegagalan adalah sukses yang tertunda mungkin itulah yang dapat menjadi pegangan para generasi muda  dalam melewati segala tantangan. selain faktor umur yang cenderung masih panjang  dan faktor kepercayaan diri yang tinggi membuat mereka  memiliki semangat yang juga sangat besar dalam  melakukan suatu hal.

5. Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni

Generasi muda memiliki  keinginan untuk dapat hidup mandiri dan tidak merepotkan orang tuanya lagi. hal ini membuat mereka lebih cepat untuk dapat mandiri.  mereka juga masih memiliki rasa kedisiplinan yang  murni yang terbentuk dengan alami pada merela tanpa ada aturan aturan dari orang lain.

Cara Mengembangkan Potensi Generasi Muda

  • Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
  • Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.
  • Pengendalian fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
  • Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umumnya.

PERGURUAN & PENDIDIKAN

Pengertian

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.

Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen. Menurut jenisnya, perguruan tinggi dibagi menjadi dua:

  • Perguruan tinggi negeri adalah perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah.
  • Perguruan tinggi swasta adalah perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pihak swasta.

    Universitas Gunadarma, salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia

    Universitas Gunadarma, salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia

Alasan Mengenyam Perguruan Tinggi

Pertama, sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang masyarakat, karena adanya kesempatan untuk terlibat di dalam pemikiran, pembicaraan serta penelitian tentang berbagai masalah yang ada dalam masyarakat.

Kedua, sebagai kelompok masyarakat yang paling lama di bangku sekolah, maka mahasiswa mendapat proses sosialisasi terpanjang secara berencana, dibanding dengan generasi muda lainnya.

Ketiga, mahasiswa yang berasal dari berbagai etnis dan suku bangsa dapat menyatu dalam bentuk terjadinya akulturasi sosial dan budaya.

Keempat, mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, struktur perekonomian dan prestise di dalam masyarakat, dengan sendirinya merupakan elite di kalangan generasi muda, umunya mempunyai latar belakang sosial, ekonomi, dan pendidikan lebih baik dari keseluruhan generasi muda lainnya. Mahasiswa pada umumnya mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh ke depan serta keterampilan beroganisasi yang lebih baik dibandingkan dengan generasi muda lainnya.

sumber:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s