Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

Penduduk, masyarakat dan kebudayaan adalah konsep-konsep yang pertautannya satu sama lain sangat berdekatan. Bermukimnya penduduk dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula, memungkinkan untuk terbentuknya masyarakat di wilayah tersebut. Ini berarti masyarakat akan terbentuk bila ada penduduknya sehinggat tidak mungkin akan ada masyarakat tanpa penduduk, masyarakat terbentuk karena penduduk. Sudah barang tentu penduduk disini yang dimaksud adalah kelompok manusia, bukan penduduk/populai dalam pengertian umum yang mengandung arti kelompok organisme yang sejenis yang hidup dan berkembang biak pada suatu daerah tertentu.

PERKEMBANGAN dan PENGGANDAAN PENDUDUK DUNIA

Tabel berikut adalah perbandingan perkembangan penduduk beberapa negara yang dipilih berdasarkan jumlah kepadatan manusia nya dari tahun 1950 hingga 2008 :
Tabel
Dari tabel diatas bisa dilihat rata rata setiap negara penduduknya bisa bertambah 2x lipat. Dan perkembangan penduduk dunia bisa bertambah hingga 3x lipat. Itu berarti penduduk dunia sangat pesat pertumbuhannya. Sedangkan untuk tabel penggandaan populasi penduduk dari tahun 1950 hingga tahun 2008 bisa kalian lihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 2

FAKTOR-FAKTOR DEMOGRAFI YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN PENDUDUK

  1. Kematian (Mortalitas)
    Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).
  2. Kelahiran (Natalitas)
    Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas).
  3. Imigrasi apabila setiap penduduk pindah ke kota dan mereka menjadikan ktp menjadi dua maka akan sulit apabila di data tidak akan terpenuhi akan sulit mendata penduduk dengan data pasti.

Rumus Tingkat Kematian Kasar

CDR = D/P x K

Ket :

CDR      = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar)
D            = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P            = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K            = Bilangan konstan 1000

 Rumus Tingkat Kematian Khusus

ASDRx  = Dx/Px x K

Ket :

ASDRx  = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx          = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px          = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
K            = Bilangan

Angka Kelahiran

Angka kelahiran adalah angka yang menunjukan bayi yang lahir dari setiap 1000 penduduk per tahun. Angka kelahiran bayi dapat dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu :

  • Angka kelahiran dikatakan tinggi jika angka kelahiran > 30 per tahun
  • Angka kelahiran dikatakan sedang jika angka kelahiran 20 – 30 per tahun
  • Angka kelahiran dikatakan rendah jika angka kelahiran < 20 per tahun

MIGRASI

Secara umum Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain.

Macam-macam Migrasi

  1. Imigrasi, yaitu masuknya penduduk ke suatu daerah tujuan
  2. Emigrasi, yaitu perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah asal
  3. Transmigrasi yaitu perpindahan penduduk antar pulau dalam 1 negara
  4. Remigrasi yaitu kembalinya penduduk ke negara asal setelah beberapa lama berada di negara orang lain.

Proses Migrasi

  1. Dalam memilih daerah tujuan para imigran cenderung memilih daerah yang terdekat dengan daerah asal.
  2. Kurangnya kesempatan kerja didaerah asal dan adanya kesempatan kerja didaerah tujuan merupakan salah satu alasan seseorang melakukan mobilitas penduduk.
  3. Informasi yang positif dari sanak saudara, kerabat tentang daerah tujuan, merupakan sumber informasi yang penting dalam pengambilan keputusan seseorang untuk berimigrasi.
  4. Informasi yang negatif yang dating ari daerah tujuan, menyebabkan orang enggan untuk berimigrasi.
  5. Makin besar pengaruh daerah perkotaan terhadap seseorang, makin tinggi frekuensi mobilitas orang tersebut.
  6. Makin tinggi pendapatan seseorang, makin tinggi frekuensi mobilitas orang tersebut.
  7. Seseorang akan memilih daerah tujuan dimana terdapat sanak saudara atau kenalan yang berada didaerah tersebut.
  8. Migrasi masih akan terjadi apabila di suatu daerah ada bencana alam (banjir, gempa bumi dll).
  9. Orang yang berumur muda dan belum berumah tangga lebih banyak mengadakan mobilitas daripada orang yang sudah berusia lanjut dan berstatus kawin.
  10. Makin tinggi pendidikan seseorang, makin banyak melaksanakan mobilitas penduduk.

Dampak Migrasi

  1. Dampak positif migrasi :
    • Dapat membantu memenuhi kekurangan tenaga ahli.
    • Adanya penanaman modal asing yang dapat mempercepat pembangunan.
    • Adanya pengenalan ilmu dan teknologi dapat mempercepat alih teknologi.
    • Dapat menambah rasa solidaritas antar bangsa.
  2. Dampak negatif migrasi :
    • Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
    • Imigran yang masuk ada kalanya diantara mereka memiliki tujuan yang kurang baik seperti pengedar narkoba, bertujuan politik, dan lain-lain.

Jenis Struktur Penduduk

  1. Piramida Penduduk Muda
    Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang.
  2. Piramida Stationer
    Bentuk piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.
  3. Piramida Penduduk Tua, bentuk piramida penduduk ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali.

Bentuk Piramida Penduduk

Piramida

  • Piramida penduduk muda berbentuk limas

Piramida ini menggambarkan jumlah penduduk usia muda lebih besar dibanding usia dewasa. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian. Contoh Negara : India, Brazilia, Indonesia.

  • Piramida penduduk stasioner atau tetap berbentuk granat

Bentuk ini menggambarkan jumlah penduduk usia muda seimbang dengan usia dewasa. Tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Contoh Negara : Swedia, Belanda, Skandinavia.

  • Piramida penduduk tua berbentuk batu nisan

Piramida bentuk ini menunjukkan jumlah penduduk usia muda lebih sedikit bila dibandingkan dengan usia dewasa. Jika angka kelahiran jenis pria besar, maka suatu negara bisa kekurangan penduduk. Contoh Negara : Jerman, Inggris, Belgia, Prancis.

RASIO KETERGANTUNGAN (dependency ratio)

Rasio Ketergantungan adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0 – 14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas, dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15 – 64 tahun. Rasio ketergantungan menurut usia terbagi menjadi 2, yaitu Rasio Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua.

  1. Rasio Ketergantungan Muda adalah perbandingan jumlah penduduk umur 0-14 tahun dengan jumlah penduduk umur 15 – 64 tahun.
  2. Rasio Ketergantungan Tua adalah perbandingan jumlah penduduk umur 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk di usia 15-64 tahun.

Rasio Ketergantungan dapat dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

RK Total = P ( 0-14 ) + P ( 65+ ) x 100

P(15-65)

Ket :
RK Total   = Rasio Ketergantungan total
P(0-14)      = Penduduk Usia Muda
P(65+)       = Penduduk Usia Tua
P(15-65)    = Penduduk Usia Produktif

sumber: http://trackside77.blogspot.com/2014/01/perkembangan-dan-penggandaan-penduduk.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s